Connect with us

Hukum

Danlantamal Sibuk Keliling Daerah, Oknum TNI AL Berulah di Romang-MBD, Warga Resah

Published

on

h

AMBON, DM.COM,-Ditengah blusukan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IX (Danlantamal IX) Ambon, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Said Latuconsina, di sejumlah daerah untuk mensosialisasikan tugas dan fungsi TNI AL serta diwacanakan bakal merebut kursi Gubernur Maluku, justeru tidak didukung anak buahnya yang bertugas di pelosok daerah ini.

Betapa tidak, sikap tidak terpuji kembali dipertontonkan oleh oknum TNI-AL di Pulau Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Kali ini, Oknum TNI-AL yang baru bertugas melakukan pemukulan kepada salah satu warga setempat, sehingga meresahkan warga setempat.

Sebelumnya, Oknum TNI-AL melakukan penyitaan Minyak Tanah milik warga didaerah itu, sehingga meresahkan warga setempat.”Untuk kesekian kalinya, oknum anggota TNI AL yang bertugas di Pulau Romag melakukan melakukan tindakan tidak terpuji di Pelabuhan Hila,”kata Buce, salah satu warga MBD, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Minggu (27/8/2023).

Dia mengaku, oknum anggota TNI-AL melakukan tindakan tidak terpuji di Pelabuhan Hila. Dia melakukan pemukulan dua kali terhadap warga atas nama Robert Louk, 18 Agustus 2023, ketika KM Sabuk Nusantara 73 tiba di Pelabuhan Hila.

“Pantauan saya, selama ini ternyata oknum-oknum TNI AL menguasai areal Pelabuhan Hila-Romang, sehingga masyarakat sangat tidak nyaman beraktifitas,”kesalnya.

Dia mengaku, ada beberapa catatan yang perlu dusampaikan. Pertama Syabandar Hila, sebagai pemegang otoritas pelabuhan melakukan pembiaran.”Seharusnya Syabandar Hila tidak boleh memberi ruang sekecil apapun terhadap mereka, karena tidak ada aturan yang membolehkan Instansi lain menguasai Areal Pelabuhan, “ingatnya.

Kedua, lanjut dia, TNI AL sebenarnya bermarkas di Desa Solath, tetapi mereka justru tinggal dan menetap di Desa Hila.”Bahkan, katanya tinggal bersama atau serumah dengan syabandar Hila. Maka dicurigai bisa terjadi kerjasama,”terangnya.

Ketiga, ingat dia, dirinya pasti akan sampaikan persoalan ini kepada DanSatgas TNI di MBD untuk menyikapi persoalan ini secara berjenjang.”Tetapi posisi saya bukan di Tiakur saat ini, maka mohon segera melaporkan kepada DanLantal IX Ambon atau bila perlu langsung ke Mabes TNI AL untuk ditindaklanjuti,”harapnya.

“Mohon pihak KSOP juga menyikapi hal ini dengan serius. Karena masyarakat Pulau Romang sangat diresahkan selama ini oleh oknum-oknum anggota TNI-AL, namun dibiarkan oleh Syabandar Hila,”pungkasnya.

Sementara itu, Kapten Laut (K) Agus Wijaya, Kadispen Lantamal IX Ambon, ketika dihubungi DINAMIKAMALUKU.COM, Minggu (27/8/2023) mengaku, tindakan oknum TNI AL, akan disampaikan kepada pimpinan. Namun, hingga Rabu (30/8/2023) belum ada respon dari pihak Lantamal untuk menjelaskan atau mengklarifikasi tindakan tak terpuji oknum TNI AL di Romang.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *