Connect with us

Hukum

Diduga Persoalan Lahan, Warga Waisamu Tutup Jalan Trans Seram

Published

on

AMBON,DM.COM,-Warga Desa Waisamu, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menutup akses jalan trans Seram. Mereka menutup jalan akses jalan didaerah itu diduga terkait persoalan lahan dengan Desa Nuruwe, yang bertetangga dengan Desa Waisamu.

Sesuai informasi yang diperoleh DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (22/5/2023) sekira pukul 12.10 WIT Warga Waisamu, tiba-tiba menutup jalan trans Seram. Mereka menutup jalan dengan menebang pohon Kayu dan pohon Pisang. Akibatnya, ratusan kendaraan roda dua dan roda empat dari arah Waipirit maupun dari Piru, tidak bisa melewati akses jalan nasional itu.

Salah satu warga SBB, Rollen Pirsouw mengatakan, dirinya bersama keluarga baru saja turun dari pelabuhan Waipirit menumpang Kapal Fery menuju Piru ibukota SBB. Namun, sebelum tiba di Desa Waisamu, banyak kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa melewati akses jalan tersebut.

“Terjadi antrean panjang. Mobil dan motor tidak bisa lewat. Warga Waisamu, sementara tutup jalan,”kata Pirsouw, ketika dihubungi DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (22/5/2023).

Dia berharap, warga Waisamu segera membuka jalan agar warga yang hendak ke Piru dan Waipirit dan sekitarnya bisa melewati akses jalan itu. “Kita berharap, akses jalan segera dibuka. Kita kuatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, “harapnya.

Ketika disinggung, aparat keamanan sudah berada di lokasi agar akses jalan segera dibuka agar masyarakat dapat beraktivitas dengan baik, dia belum pastikan. “Kita belum tahu aparat keamanan sudah berada di lokasi atau belum. Tapi, kami berharap warga segera angkat kayu dan batang Pisang agar arus lalu lintas berjalan lancar,”imbuhnya.

Soal, alasan warga menutup jalan didaerah itu, dia belum mengetahui pasti.”Kita dengar terkait persoalan lahan. Tapi, itu hanya informasi. Pastinya, tanya pihak yang berwenang,”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *