Connect with us

Ragam

Gubernur Maluku : Birokrasi Pemerintahan Harus Lakukan Inovasi

Published

on

AMBON, DM.COM,-Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs Murad Ismail, SH.MH berharap, aparatur birokrasi pemerintahan mesti lakukan inovasi di tengah perkembangan era globalisasi yang sangat kompleks, sesuai aturan main.  Tujuanya,  meningkatkan pelayanan kepada masyarakat didaereh ini.

Demikian harapan Gubernur Maluku, disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda  Maluku, Habiba Saimima, ketika membuka Lounching bersama Proyek Perubahan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXV Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku di gong perdamaian, Sabtu (3/12/2022).”Inovasi adalah salah satu Kunci keberhasilan di tengah-tengah era kompetensi dan persaingan global  yang makin kompleks,”kata Gubernur.

Sekedar tahu, launching perubahan da pelatihan kepemimpinan nasional tingkat II angkatan XXV di ikuti 13 peserta.Untuk itu, harap Gubernur, pemerintah cepat merespon masalah pentingnya menjadi birokrasi bekerja secara inovatif dengan menetapkan sejumlah regulasi tentang inovasi antara lain peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah diikuti dengan Permendagri nomor 104 tahun 2018 tentang penelitian dan pemberian penghargaan dan atau insentif inovasi daerah.

“Oleh karena itu, pada hampir setiap kesempatan saya selalu menyuarakan secara terbuka betapa pentingnya aparatur birokrasi Pemda provinsi Maluku yang berinovasi,”harapnya.

Bahkan, ingat mantan Dankor Brimob Polri itu, dirinya   telah mencanangkan kepada setiap pimpinan OPD bahwa 1 OPD wajib menciptakan satu inovasi setiap tahun.” Kita optimis akan melaunching 13 proyek perubahan yang adalah hasil inovasi dari 13 pimpinan OPD yang sementara mengikuti pelatihan kepemimpinan nasional tingkat II angkatan 25 Provinsi Maluku,”terangnya.

Sehubungan dengan itu  dengan itu selaku Gubernur Maluku, dirinya ingin menyampaikan beberapa hal sebagai berikut, pertama proyek perubahan yang dihasilkan hari ini hendaknya tidak sebagai ceremoni atau karena tuntutan di kelas saja tetapi setiap pimpinan OPD wajib menindaklanjutinya dalam tahapan implementasi secara riil pada unit kerjanya masing-masing.

” Bahkan lebih dari itu saya ingin agar kebiasaan menciptakan inovasi ini harus membudaya pada diri sendiri dan juga ditularkan kepada para staf untuk selalu berpikir bersikap dan bertindak inovatif hanya dengan begitu kita dapat menghasilkan model birokrasi yang reformasi berkualitas kompeten dan memiliki daya saing yang tinggi,”tandasnya.

Kedua, dirinya  mengapresiasi kerja keras seluruh pimpinan OPD yang telah mengangkat status provinsi Maluku, keluar dari kurang inovatif menjadi daerah yang inovatif dalam penilaian oleh Kementerian Dalam Negeri.” Saya minta kita tidak cepat puas dengan capaian tersebut sebab bila kita ingin Maluku maju dan setara dengan daerah lain di Indonesia maka Maluku harus menjadi daerah yang sangat inovasi,”imbuhnya.

Adapun Proyek Perubahan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II sebagai berikut, Stop Kekerasan terhadap Anak, Desa Kuat Maju Mandiri Demokratis dan Sejahterah ( DUKU MANIS), Strategi Optimalisasi Biro Um Smart Servis ( STRONG BUSS), Kalesang Membangun Birokrasi Maluku (KABARESKRIM), Staper Tipe B, Strategi Optalisasi Pengelolaan Pengadaan Barang Jasa melalui Pembentukan Biro Pengadaan Barang Jasa, Beta Sikat, Strategi Pembinaan dan Pengawasan Penegakan Peraturan Daerah (SANG GARUDA), Gerakan Digitalisasi Kesehatan Untuk Maluku yang Inovatif (GARDA MI), Strategi Pengelolaan LimbahBahan Bahaya dan Beracun Medis (SATPOL BBM),Implementasi Pembinaan Manajemen Pelaporan Keuangan Berbasid Koperasi san UMKM Berbasis IT, Digitalisasi Data Sektoral Menuju Satu Data Indonesia Maluku,Telatmu Lantad Berproses, dan Cegah  Konflik Lewat Sistim Digital  ( CEK WASIT), dan Rekayasa Pelita Surya.

Turut hadir dalam kegiatan dimaksud, yakni para Staf Ahli Gubernur Maluku, Rektor Unpatti Ambon, Kepala Jasa Raharja, Peserta Diklat Kepemimpinan Tk II, Undangan dan ASN Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku kurang lebih 200 orang.

Adapun susunan kegiatan sebagai berikut, peserta Launching dan undangan hadir di lokasi dan Set by MC & EO langsung mengambil tempat untuk memulai Jalan Sehat, Kunjungan Booth/Stand Pameran dan Kuliner, Tamu mengambil tempat di lokasi dan memulai acara Set by MC, EO & tamu undangan Launching dan Talkshow serta Pemaparan Program oleh peserta dengan durasi tiap sesi 30 menit oleh 5 orang peserta.

Ceremonial Launching ditandai dengan penekanan By 15 peserta tombol sirene dan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dan Closing Talkshow, dilanjutkan dengan foto bersama Set by MC dan EO.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *