Connect with us

Hukum

Ini Permohonan Maaf Terbuka Warga Kariu Kepada Warga Pelauw

Published

on

AMBON,DM.COM,-Warga Negeri Kariuw, akhirnya menyampaikan permintaan permohonan maaf kepada warga Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, akibat konflik dua negeri bertetangga itu yang terjadi medio Januari 2022 lalu.

Sesuai surat permohonan maaf, yang di cap Pemerintah Negeri Kariu dan ditandatangani Penjabat Kepala Pemerintahan Negeri Kariu, Semuel Jeri Radjawane, sebagaimana diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Rabu (14/12/2022) menyebutkan, surat permohonan maaf dibuat sesuai tuntutan masyarakat Negeri Pelauw, dalam mewujudkan perdamaian Negeri Pelauw dan Negeri Kariu.

“Maka, atas nama pemerintah dan masyarakat Kariu, dengan ini menyampaikan, atas pemberitaan dalam bentuk postingan status di media sosial, yang menyatakan bahwa masyarakat Pelauw dengan praktek ritual  adatnya adalah kegiatan yang bersifat penyembahan berhala,”kata Radjawane.

Namun, ingat dia, melalui surat permohonan maaf, menyatakan bahwa masyarakat negeri Kariu, sangat menghormati dan menjunjung tinggi ritual adat tersebut.”Sebab, ini merupakan kepercayaan masyarakat  Pelauw, yang telah hidup dan bertumbuh secara turun temurun, sehingga perlu dilestarikan sebagai aset budaya dan pariwisata,”ingatnya.

Soal pengrusakan situs adat sebagai salah satu akar masalah konflik sosial, antara Negeri Pelauw dan Kariu, dia menegaskan.”Kami pemerintah dan masyarakat Kariu, menyatakan bahwa kami tidak pernah melakukan tindakan pengrusakan tersebut,”tegasnya.

Untuk itu, terang dia, dengan komitmen untuk mewujudkan perdamaian sesuai butir-butir perjanjian damai yang telah ditandatangani oleh Pemerintah Negeri Kariu dan Pemerintah dan Perwakilan masyarakat Negeri Pelauw bersama pemerintah dan  perwakilan masyarakat Pelauw, di lantai VII Kantor Gubernur Maluku,  14 November 2022 lalu.

Perjanjian damai disaksikan langsung oleh Pemerintah Pusat (Kementerian/Lembaga), Pemerintah Provinsi Maluku, Pangdam XVI Pattimura, Kapolda Maluku, dan Penjabat Bupati Maluku Tengah. “Maka dengan segala kerendahan hati, kami pemerintah Negeri dan seluruh masyarakat Kariu, memohon maaf sebesar-besarnya, jika pernyataan dan tindakan kami telah menyinggung dan melukai hati masyarakat Pelauw, terutama yang berkaitan dengan hal-hal prinsip kepercayaan dan adat istiadat masyarakat Negeri Pelauw,”sebutnya.

Karenanya, pihaknya  mendorong agar aparat penegak hukum dapat melakukan upaya-upaya hukum guna menelusuri dan memprotes oknum-oknum yang diduga telah melakukan tindakan pengrusakan situs adat tersebut berdasarkan hukum positif yang berlaku.

“Demimian sikap permohonan maaf kami, dibuat dengan hati yang tulus dan terbuka agar kiranya lewat permohonan maaf ini, komitmen untuk menghadirkan perdamaian dan tahapan pemulangan masyarakat negeri Kariu, dapat berjalan dengan baik, aman dan damai disertai harapan kiranya masyarakat Negeri Pelauw, berkenan menyambut kehadiran kami kembali ke Negeri adat kami dengan hati yang terbuka,”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *