Connect with us

Hukum

Istri & Anak Pj KPN Lahema Terima BLT Miskin Ekstrim, Penyebab Warga Nyaris “Bakalai”

Published

on

BULA,DM.COM,-Masni Rumakamar dan Herlina Rumakamar tercatat dalam daftar 28 penerima dana Bantuan Langsung Tunai atau BLT kemiskinan ekstrim tahun 2024 di desa negeri Lahema Kecamatan Kesui Watubela Kabupaten Seram Bagian Timur.

Keduanya dianggap tidak layak menerima bantuan tersebut. Karena masih satu keluarga dengan penjabat kepala pemerintah negeri Lahema, Usman Samtei Rumakamar. Masni adalah istri penjabat sementara Herlina adalah anaknya.

Selain sebagai anak penjabat KPN Lahema,  Herlina saat ini masih aktif sebagai anggota satpol PP pada dinas satuan polisi pamong praja Pemkab SBT.

Mengetahui keduanya menerima BLT kemiskinan ekstrim, warga kemudian memprotes menentang kebijakan pemerintah negeri dalam pembagian bantuan yang dialokasikan dari dana desa (DD) tersebut.

Selain keluarga penjabat, penerima BLT miskin ekstrim di Lahema juga terdapat keluarga anggota badan Permuswaratan Negeri atau BPN. Ia adalah Banun Rumalean, yang tergabung satu kartu keluarga dengan Saiful Rumalean, yang notabenenya adalah anggota BPN Lahema.

Tak hanya itu, penerima BLT ekstrim lain seperti Farida Keltubuk tercatat masih menerima bantuan program keluarga harapan (PKH). Selain Farida, ada keluarga penerima PKH lain yang juga menerima BLT ekstrim yakni  Hairudin Garusu.

“Nama-nama ini diduga sengaja dimasukan dengan tujuan agar orang dekat dan pendukung penjabat bisa diakomodir. Padahal, ada keluarga yang benar-benar miskin tapi tidak dimasukan ke daftar penerima BLT ekstrim. Ini yang membuat warga protes,”kata Faruk Kelirei kepada media ini Minggu, (7/7/2024).

BLT Dana Desa tahun 2024 diberikan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Indonesia. Berikut syarat menjadi penerima BLT miskin ekstrim tahun 2024 yang dirangkum dari berbagai sumber.

Pertama, keluarga miskin yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau yang tidak tercatat (exclusion error).

Kedua, tidak menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Sembako.

Ketiga, terkena kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki tabungan yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup selama tiga bulan ke depan.

Keempat, memiliki anggota keluarga yang rentan terkena penyakit kronis atau berkepanjangan.

Kelima, keluarga yang memiliki anggota yang merupakan lansia atau penyandang disabilitas yang tinggal sendiri. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *