Connect with us

Hukum

Jika Terbukti Korupsi, Kajati Maluku : Kami Tak Pandang Bulu !!

Published

on

AMBON, DM.COM,-Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Edyward Kaban menegaskan, pihaknya tidak pandang bulu dalam penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi di daerah ini. Sebab, semuanya sama dimata hukum, sehingga jika terbukti diproses sesuai aturan main.

“Karena itu, jika terbukti melakukan korupsi, diproses sesuai aturan main,”tegas Kaban, ketika ditanya awak media, korps Adiyaksa seolah-olah tak bergigi ketika menyikapi sejumlah dugaan tindak pidana korupsi di Pemerintah Provinsi Maluku, salah satunya duhaan tindsk pidana korupsi di Pramuka Maluku.

Ini setelah ketika Kaban bersama Wakajati Maluku dan Para Asisten, Cofee morning dengan Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) dalam rangka hari bakti Adhiyaksa ke-63 di ruang pertemuan Kajati, Jumat (21/7/2023).

Meski begitu, Kaban mengakui, sebagai Forkopimda, tidak mencari kesalahan.” Tentunya ini kami sebenarnya forkopimda bukanlah cari kesalahan. Kita mendukung bagaimana kebocoran keuangan di Pemprov Maluku. Kita bantu kepala daerah bagaimana tidak terjadi kebocoran. Kami akan melakukan tindakan sesuai aturan main, “jelasnya.

Namun, dia mengigatkan, jika pihaknya menemukan informasi awal secara dini. Sebab, informasi itu sangat tertutup diperoleh pihaknya. “Sangat sedikit kami dapat informasi itu. Tapi, beberapa bulan kedepan mulai kelihatan. Mulai terbuka sedikit. Kemudian juga butuh proses. Sebagaimana kami masih melakukan Puldata. Belum melakukan penyelidikan. Kami berkolaborasi dengan pihak inspektorat juga kita sudah berkoordinasi dengan BPKP,”paparnya.

Apalagi, ingat dia, jika ada indikasi, pihaknya kroscek ke Inspektorat dan BPKP. “Ini ada kerjasama Mendagri dengan Jaksa Agung. Kita lihat kasus per kasus. Berkaitan dengan adanya dana Rp 2 miliar lebih terjadi di Pramuka tentunya 2 hari lalu saya mendapat informasi itu. Kemudian saya teruskan ke As Intel,”bebernya.

Untuk itu, dia mengaku, pihaknya saat ini sementara melakukan telaah.”Kita akan telusuri pemberitaan. Apalagi P beberapa kali dipanggil komisi IV DPRD Provinsi Maluku, dimintai keterangan dengan instansi terkait. Kami ikuti perkembangan,”ingatnya.

Karenanya, Kaban menegaskan, pihaknya, tidak takut. Dia menegaskan, jika cukup dua alat bukti sesuai aturan mian siapapun terlibat dalam penyimpangan, pihaknya tak segan-segan ambil tindakan. “Kami tidak akan mundur. Kami tidak pandang bulu. Saya tidak punya beban saya ditugaskan dalam penegakan hukum. Kalau dua alat bukti memenuhi syarat akan ditindaklanjuti,”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *