Ekonomi
Kebijakan Bupati MBD Diduga Penyebab Kelangkaan BBM, Ini Kata Pengusaha Minyak
AMBON,DM.COM,-Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), tak hanya faktor cuaca alam. Namun, diduga keras ada intervensi orang nomor satu didaerah itu, sehingga saat ini warganya kesulitan mendapat BBM.
Sesuai informasi yang diperoleh DINAMIKAMALUKU.COM, Rabu (28/2/2024), penyebab kelangkaan BBM di MBD khususnya di Pulau Moa, karena Pemda MBD menyurati pengusaha BBM agar stop memasok BBM dari Letti dan Yotowawa, ke Moa karena sudah ada agen resmi di Moa.
“Selama ini BBM lancar dan tidak langka. Namun, dua SPBU sengaja ditutup atau dihentikan atau dimatikan. Nah, kalau SPBU di Moa yang ambil BBM di Saumlaki lancar. Jadi bukan karena faktor cuaca saja yang menyebabkan BBM langka,”kata sumber DINAMIKAMALUKU.COM,Rabu (28/2/2024).
Dia mengaku, salah satu SPBU di Moa, berjalan lancar karena diduga ada orang kuat atau bos di MBD. Lantas, ada keterlibatan atau penyebab Bupati MBD, Benjamin Thomas Noach, sehingga BBM langka di MBD khususnya di Moa, dia mengaku.”Sepetinya ada Bupati disitu,”tudingnya.
Terpisah, salah satu pengusaha BBM di MBD, membenarkan kalau surat dari Pemda ke Pertamina, sehingga SPBU di Letti dan Yotowawa, belum memasok BBM.”Pertamina konfirmasi ke kami. Prinsipnya Pertamina ingin tetap pasok BBM, tapi pertimbangkan surat dari Pemda MBD,”sebutnya, ketika dihubungi DINAMIKAMALUKU.COM,Selasa (27/2/2024) malam.
Pengusaha BBM yang enggan namanya diwartakan mengaku, jika cuaca alam dan mesin kapal terganggu, satu SPBU di Moa tidak bisa melayani kebutuhan BBM didaerah itu. “Nah, sudah pasti terjadi kelangkaan BBM. Memang di Moa ada dua SPBU. “bebernya.
Apakah, ada dugaan Bupati MBD ikut “bermain” atau memiliki saham di salah satu SPBU di Moa, sehinga terjadi kelangkaan BBM, dia menepisnya.”Soal Bupati ada saham atau penyebab dari kelangkaan BBM saya tidak dengar dan tidak punya bukti,”sebutnya.
Dia berharap, sebagai pengusaha BBM lokal mesti diberikan kesempatan berusaha untuk mengembangkan usahanya.”Herannya tidak ada masalah. Tapi tiba-tiba seperti begitu (dihentikan). Mesti kasih kebebasan kepada kami. Kita mau BBM lancar. Mungkin ingin daerah lain layani masing-masing daerahnya. Nah, kalau Depo Pertamina di MBD, BBM berjalan lancar,”harapnya.
Akibatnya, lanjut dia, pihaknya saat ini mengalihkan pembelian BBM dari Kota Ambon ke Saumlaki.”Padahal kapal dari Ambon sudah mau keluar. Tapi, kita batal dan kembali beli BBM di Saumlaki. Jadi Pemda mesti berpikir agar kedepan tidak lagi terjadi kelangkaan BBM,”ingatnya.(DM-01)