Connect with us

Hukum

Mesin Speed Boat Mogok, 3 Nelayan Asal Banda Hanyut 3 Hari, Terdampar di Haria

Published

on

SAPARUA,DM.COM,-Sebanyak 3 nelayan asal Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, terdampar hingga ditemukan di perairan Haria, Kecamatan Saparua. Mereka terdampar setelqh mesin Speed boat nelayan mengalami kerusakan.

Ini setelah, Speed Boat Nelayan dengan nama Fiat 99 asal Banda terdampar di perairan Negeri Haria Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (12/6/2024) sekira pukul 04.00, WIT. 3 orang ABK dilaporkan selamat.

Kapolsek Saparua Polresta Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease, AKP. Semi Leimena membenarkan adanya Speed Boat nelayan dengan 3 orang ABK asal Banda di perairan Negeri Haria.”Benar, ada nelayan asal Banda terdampar,”kata Kapolsek, ketika dihubungi DINAMIKAMALUKU.COM via saluran telepon, Rabu (12/6/2024).

Menurut keterangan Beny Hattu, warga Negeri Haria yang juga seorang nelayan mengataka, sekira pukul 04.00. WIT pagi hendak menuju ke pantai untuk mengambil perahu (Bodi) miliknya untuk pergi melaut mencari ikan. Namun tiba tiba dirinya melihat cahaya senter dari arah laut yang tandanya memberi isyarat minta tolong.

“Dengan melihat isyarat lampu center yang tandanya meminta pertolongan itu, saya langsung mengambil perahu menuju arah cahaya Center dan setelah tiba di arah Center tersebut saya mendapatkan 3 orang lelaki sementara berada di atas Speed Boat Nelayan,”kata Hattu.

Dia mengaky, salah seorang dari nelayan meminta kepada Hattu untuk memperbaiki mesin Speed boat nereka yang mengalami kerusakan. Namun, Hattu tidak berhasil menghidupkan mesin Jhonson Speed boat tersebut.”Saya kemudian menyarankan kepada 3 Nelayan asal Banda di tarik ke daratan untuk di perbaiki lebih lanjut dan 3 Nelayan menyetujuinya,”terangnya.

Sekira pukul 07.30.WIT, Hattu bersama ke 3 nelayan tiba di Haria bersama Speed boat mereka yang lagi mengalami kerusakan mesin. Hattu bersama mereka langsung menuju salah satu rumah warga Dusun Haria Pantai Roby Souhoka untuk memberikan pertolongan pertama, yakni makan dan minum untuk memulihkan kondisi fisik ke 3 Nelayan Banda ini yang lemah.

Menurut keterangan salah satu korban Perahu Nelayan yang terdampar Rusdy La Ucen (34) dalam keterangannya mengatakan, bahwa dirinya bersama kedua temannya Bambang ( 31) dan Rudy Ahmad (44) berangkat dari desa Walang Banda Neira Kecamatan Kepulauan Banda Besar Kabupaten Maluku Tengah pada hari Minggu (9/6/2024) sekira pukul 05.00. WIT dini hari dengan perahu untuk melakukan pencarian ikan di arah barat laut Banda.

Namun menurut La Ucen setelah kurang lebih 6 jam melakukan pencarian ikan dengan di sekitar arah barat laut Banda tiba-tiba Mesin Speed boat mengalami kerusakan (mati) sebagai pemilik Perahu langsung melakukan berbaikan mesin pada sumber perapian ( Bussy),namun tidak berhasil.

“Karena tidak dapat di perbaiki akhirnya dikami pasrah dengan kondisi yang terjadi sambil menunggu kemungkinan ada perahu atau kapal yang melintasi arah mereka untuk meminta pertolongan. Namun tidak kunjung datang, sehingga selama 3 hari perahu mereka terbawah arus dan untuk bertahan hidup mereka memakan ikan hasil penangkapan mereka hingga terdampar di Perairan pantai negeri Haria,”tutur Ka Uceng.

Sementara itu, Kapolsek Saparua AKP.. Semmi Leimena setelah mendengar adanya peristiwa Naas ini dari masyarakat langsung bersama Waka Polsek Ipda. R. Biku dan Pamit Intel Polsek Saparua Bripka R. Leunufna bersama personil langsung menuju lokasi kejadian sekira pukul 10.00.Wit. untuk melakukan pertolongan pertama.

Setelah melihat kondisi ke tiga korban Perahu terdampar sangat lemas sebagai Kapolsek Leimena langsung menghubungi kedua camat yang ada di Pulau Saparua dan memberitahu kejadian yang terjadi serta menceritakan kondisi para korban dan menyarakan untuk segera bawah ke Rumah Sakit Daerah Saparua untuk mendapat perawatan medis.

Sekira pukul, 10.40.Wit Camat Saparua Ny.Winy.P. Salamor dan Camat Saparua Timur Halid Pattisahussiwa tiba di tempat kejadian dan bersama Kapolsek Saparua mengantar ke 3 korban ke RSUD Saparua untuk mendapat penanganan medis.

Dan setelah mendapat perawatan medis ke 3 korban di jemput oleh keluarga yang berada di desa Tulehu, kecamatan Salahutu kabupaten Maluku Tengah.(DM-05)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *