Connect with us

Pemkot Ambon

Pj Walikota : Ambon Rawan Bencana Geologi & Dilogometrologi

Published

on

AMBON, DM.COM,-Secara geografis, Kota Ambon, memiliki banyak dataran tinggi, yang berpotensi terjadi longsor dan banjir, ketika curah Hujan tinggi dan gempa bumi.

Karenanya, Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengatakan, seusai amanat Undangan-Undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana telah menguraikan tentang pengertian bencana sebagai peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh baik faktor alam, non alam maupun manusia yang dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

“Kota Ambon tidak luput dari bencana tersebut karena Kota Ambon Kota rawan bencana baik geologi maupun dilogometrologi,”kata Pj Walikota, saat Pemerintah Kota Ambon, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, menggelar Penyusunan Rencana Kontinjensi Bencana Banjir Bandang di Hotel Manise, Senin (7/8/2023).

Pj Walikota mengaku, rangkaian bencana di Kota Ambon, khususnya beberapa tahun terakhir telah menimbuhkan dan mengembangkan kesadaran mengenai kerawanan dan rentanan masyarakat.

Menurutnya, sikap kreatif dan pola penanggulangan bencana yang dilakukan dirasakan tidak lagi memadai, kebutuhan untuk menambahkan sikap baru yang lebih proaktif, konfrensif dan mendasar dalam menyikapi bencana merupakan hal yang sangat dibutuhkan.

“Oleh karena itu, dibutuhkan suatu penataan dan perencanaan yang matang dalam penanggulangan bencana sehingga dapat dilaksanakan secara terarah, terpadu dan terintegrasi,”jelasnya.

Pj Walikota mengaku, rencana kontijensi merupakan proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan kepada keadaan yang kemungkinan besar akan terjadi, namun juga belum tentu terjadi.

“Penyusunan rencana kontijensi ini dilakukan bersama antar lembaga dengan penanggulangan bencana baik pemerintah maupun non pemerintah. Salah satu rencana siaga adalah adalah rencana kontijensi hal ini seperti diamanatkan pemerintah nomor 21 tahun 2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana,”paparnya.

Menurutnya, penanggulangan bencana di Kota Ambon yang dilakukan selama ini lebih cenderung pada dampak bencana. “Beberapa kali dalam meninjau bencana di Kota Ambon saya selalu sampaikan bahwa, sebenarnya ada kejadian yang bisa kita antisipasi dimana dengan melihat kondisi lingkungan agar dapat mengurangi resiko bencana tersebut inilah yang dilakukan BPBD Kota Ambon,”pungkasnya (DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *