Connect with us

Hukum

Sidang SPPD Fiktif Setda KKT, Saksi Ahli Kejaksaan : Kewenangan Ada di Sekda & Bendahara

Published

on

AMBON,DM.COM,-Fakta persidangan, kembali memberatkan terdakwa, mantan Sekda Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Ruben Moriolkosu dan mantan Bendahara Setda KKT, Petrus Masela, dalam pusaran dugaan tindak pidana korupsi SPPD fiktif di Setda KKT Tahun Anggaran 2020, senilai Rp 1,9 miliar lebih.

Sebelumnya, 10 saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan di pengadilan tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (28/3/2024) kompak mengaku, kewenangan pengelolaan keuangan SPPD di Setda KKT, ada di Sekda dan bendahara, sementara mantan Bupati KKT Periode 2017-2022, Petrus Fatlolon, tidak terlibat atau tidak tahu menahu dengan pengelolaan keuangan.

Menariknya, pada agenda persidangan yang sama, JPU juga menghadirkan saksi ahli auditor dari Kejaksaan, Dery Septyadarma. Dia dihadirkan JPU khusus terkait kerugian negara yang timbul dalam skandal SPPD fiktif. Ketika ditanya majelis hakim soal pengelolaan keuangan SPPD di Setda KKT, siapa pejabat yang terlibat langsung, Dery mengaku, kewenangan pengelolaan keuangan ada di Sekda KKT dan Bendahara Setda KKT.

Tak hanya disitu, Majalis Hakim Tipikor, mengajukan pertanyaan kepada Dery, terkait peran mantan Bupati KKT di skandal dugaan tindak pidana korupsi.”Memang dalam pengelolaan keuangan kewenangan penuh ada di Sekda dan Bendahara,”tandas Dery, menjawab pertanyaan Majelis Hakim Tipikor.

Dery mengaku, dugaan tindak pidana korupsi diketahui berdasarkan bukti-bukti dari penyidik baru dilakukan perhitungan berapa nominal atau besaran kerugian negara. Dery juga di tanyai bukti apa saja yang diperoleh di skandal dugaan tindak pidana korupsi SPPD Fiktif.”Jadi berdasarkan DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) terdapat perjalanan dinas dalam daerah dan luar daerah yang diduga fiktif yang sumber dari DIPA tahun anggaran 2020,”jelasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *