Connect with us

Hukum

Suami Bendahara Desa Meyano Das Diduga Beli Motor dari Uang Hasil Korupsi

Published

on

AMBON,DM.COM,-Suami NM, Bendahara Desa Meyano Das, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, diduga membeli kendaraan roda dua dari hasil korupsi dana desa setempat.

Ini setelah suami NM menaiki kendaraan roda dua merk HONDA CBR 150 CC, yang di duga kuat di beli dengan menggunakan uang hasil korupsi sisa belanja dari anggaran Dana Desa Meyano Das. Begitu juga tempat tidur yang sangat empuk diduga dibeli dari hasil korupsi Sisa belanja dari dana desa setempat.

“Semua barang mewah itu diduga dipakai oleh BA suami dari bendahara Desa Meyano Das dengan leluasanya seakan-akan tidak punya beban dosa sedikitpun,”kata, Sisilia Kely, salah satu warga Meyano Das yang bermukim di Kota Ambon, Kamis (19/10/2023).

Sebagaimana diketahui, sesuai hasil pemeriksaan internal yang di lakukan oleh pemerintah desa setempat, bendahara desa itu diduga menggunakan dana desa sebanyak Rp juta. “Masyarakat Desa Meyano Das sangat resah akibat ulah sang bendahara dan suaminya,”sebutnya.

Dia mengaku, jika benar dan terbukti sesuai hasil pemeriksaan internal yang di lakukan oleh pemerintah desa terhadap sang bendahara, maka seharusnya setelah ada pengakuan seperti itu maka harusnya pemerintah desa menyerahkan masalah tersebut ke aparat penegak hukum untuk diproses.

” Kenapa yang lain bisa di jebloskan ke penjara, bendahara yang jelas-jelas mengakui perbuatannya, tidak di proses hukum dan di jebloskan ke penjara??,”tanya ia.

“Jangan mereka enak-enak korupsi dan bergaya dengan uang rakyat. Memangnya suaminya kerja di mana sampai bisa beli motor yang harganya puluhan juta. Suaminya kan tidak punya pekerjaan dan hidupnya hanya tergantung dari penghasilan istrinya. Jadi masalah ini patut diduga bahwa suami bendahara ini pun turut serta menghabiska dana desa untuk berfoya-foya,” ungkapnya.

Untuk itu, Kely berharap, dugaan penyalahgunan Sisa dana desa ini harus di proses hukum agar bendahara desa bersama suaminya bisa mempertanggungjawabkan apa yang sudah mereka lakukan.

“Pemerintah desa dalam hal ini kepala Desa Meyano Das sudah harus memecat yang bersangkutan dari jabatannya sebagai bendahara desa dan digantikan dengan yang baru. Begitupun suaminya yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris BUMDES Desa, harus diganti jika terbukti terlibat dalam dugaan ini,”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *