Connect with us

Parlemen

Soroti Proyek Sanitasi di Banda, Komisi III DPRD Maluku Minta Kontraktor di Blacklist

Published

on

AMBON, DM.COM,-Komisi III DPRD Provinsi Maluku menyoroti pelaksanaan proyek sanitasi di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Sorotan terutama diarahkan pada persoalan upah pekerja serta kinerja kontraktor dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak.

Anggota Komisi III DPRD Maluku, Allan Lohy, menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja Komisi III bersama Balai Pelaksana penyediaan perumahan dan kawasan pemukiman Maluku di ruang Komisi III DPRD Maluku, Selasa (22/9/2026).

Menurut Allan, persoalan proyek sanitasi di Banda perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sekaligus pelaksanaan pekerjaan pemerintah di wilayah kepulauan.

Ia meminta pihak Balai Pelaksana penyediaan perumahan dan kawasan pemukiman Maluku terkait melakukan evaluasi hingga blacklist terhadap kontraktor yang dinilai tidak mampu memenuhi kewajiban pekerjaan sesuai kontrak.

“Kontraktor-kontraktor seperti ini sebenarnya harus di-blacklist. Saya tegaskan, untuk balai harus di-blacklist,” kata Allan dalam rapat tersebut.

Selain persoalan kinerja, Allan juga menyoroti proses pemilihan kontraktor untuk mengerjakan proyek pemerintah di Maluku. Ia mempertanyakan keterlibatan kontraktor dari luar daerah ketika terdapat pelaku usaha konstruksi lokal yang dinilai mampu melaksanakan pekerjaan serupa.

Menurutnya, penggunaan kontraktor lokal juga dapat memudahkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha di Maluku.

“Maluku ini masih banyak kontraktor. Kalau situasinya seperti ini, kita cari kontraktor yang ada di Maluku saja. Selain pekerjaan bisa lebih dekat diawasi, kita juga bisa mensejahterakan kontraktor-kontraktor Maluku,” ujarnya.

Allan menegaskan, evaluasi terhadap kontraktor tidak semata-mata berkaitan dengan penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan hak-hak pekerja dalam proyek tersebut terpenuhi.

Ia berharap persoalan yang muncul pada proyek sanitasi di Banda menjadi bahan evaluasi bagi balai dan pihak terkait agar tidak kembali terjadi pada proyek-proyek pemerintah berikutnya di Maluku.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *