Connect with us

Pemkot Ambon

Tambah 9 Mobil Sampah, Walikota Ambon : Jangan Buang Sampah Sembarangan

Published

on

AMBON, DM.COM,– Pemerintah Kota Ambon, terus berkomitmen memanilisir persoalan sampah yang menjadi masalah. Untuk itu, Pemkot Ambon, kembali menambah armada pengangkut sampah berukuran kecil. Ini dilakukan untuk menjangkau kawasan yang selama ini sulit dilayani kendaraan berukuran besar.

Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena mengaku, penambahan armada tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas jangkauan pelayanan kebersihan hingga ke kawasan permukiman dengan akses jalan yang terbatas.

Langkah itu sejalan dengan rencana Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon yang akan menyediakan sembilan unit mobil angkut sampah berukuran kecil.

Selain penambahan armada, Pemkot Ambon juga tengah menyelesaikan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Toisapu.

TPST tersebut nantinya dilengkapi fasilitas Material Recovery Facility (MRF) dan Refuse Derived Fuel (RDF) sehingga pengelolaan sampah tidak hanya dilakukan dengan cara menimbun, tetapi juga melalui proses pemilahan dan pengolahan yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi.

Walikota menegaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan penambahan fasilitas dan armada pemerintah. Perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan Kota Ambon.

Menurutnya, masyarakat harus ikut disiplin dengan membuang sampah sesuai tempat dan waktu yang telah ditentukan.

“Pemerintah akan terus memenuhi kewajiban dalam menyediakan fasilitas dan pelayanan persampahan. Tetapi setelah itu, masyarakat juga harus memiliki kesadaran untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan,” kata Bodewin.

Ia menilai, keberadaan armada baru maupun fasilitas pengolahan sampah akan menjadi kurang optimal apabila tidak diikuti dengan kedisiplinan masyarakat.

Karena itu, Bodewin mengajak warga untuk mendukung sistem pengangkutan sampah yang telah diterapkan pemerintah, termasuk memperhatikan waktu pembuangan sampah agar tidak terjadi penumpukan setelah petugas melakukan pengangkutan.

“Kalau petugas sudah mengangkut sampah pada pagi hari, jangan setelah itu masyarakat kembali membuang sampah di lokasi yang sama. Kita harus sama-sama menjaga kebersihan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DLHP Kota Ambon Apries Gaspersz sebelumnya menyampaikan bahwa sembilan kendaraan berukuran kecil tersebut dipersiapkan untuk menjangkau wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

“Ke depan ini pasti ada penambahan mobil angkutan sampah berukuran kecil agar bisa melayani kawasan yang aksesnya sulit,” kata Apries.

Ia juga memastikan pembangunan TPST Toisapu ditargetkan rampung pada Desember 2026. Fasilitas MRF dan RDF di dalamnya diharapkan dapat mendorong perubahan pola pengelolaan sampah di Kota Ambon dari sekadar mengangkut dan menimbun menjadi mengolah dan memanfaatkan sampah.

Pemkot Ambon berharap kombinasi antara penambahan armada, pembangunan fasilitas pengolahan sampah, serta peningkatan kesadaran masyarakat dapat memperkuat upaya mewujudkan Ambon yang semakin bersih dan tertata.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *