Unpatti
Unpatti Dorong Generasi Muda Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris
AMBON,DM.COM,-Universitas Pattimura (Unpatti) mendorong perluasan akses terhadap pendidikan berkualitas bagi generasi muda di Maluku, khususnya melalui program yang dapat meningkatkan kemampuan akademik, keterampilan, serta kompetensi Bahasa Inggris sebagai bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Hal tersebut disampaikan
Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., pada Kegiatan Access Graduation and Showcase Ceremony English Access Schoolarship Program Site Ambon yang diselenggarakan di Aula Rektorat lantai II Unpatti, Kamis (17/9/2026).
English Access Schoolarship Program Site Ambon merupakan program pengembangan kemampuan Bahasa Inggris bagi Generasi Muda. Kegiatan ini merupakan kerjasama Indonesian International Education Foundation (IIEF) dengan Universitas Pattimura.
Rektor mengungkapkan, selama dua tahun pelaksanaannya, program Access telah memberikan kesempatan kepada para siswa untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, mengembangkan keterampilan, memperluas wawasan, serta membuka peluang pengembangan diri dan pendidikan di masa mendatang.
“Program ini menunjukkan bahwa ketika generasi muda diberikan kesempatan dan dukungan yang tepat, mereka akan mampu berkembang dan berprestasi secara maksimal,” ungkap Rektor.
Lanjut dijelaskan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini memberikan berbagai pilihan bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris secara mandiri.
Namun, pembelajaran melalui pertemuan secara intensif, latihan, serta pendampingan dalam lingkungan yang profesional tetap memiliki peran penting dalam membangun kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri.
“Universitas Pattimura selalu siap untuk meningkatkan kerja sama ini. Kemitraan dan kolaborasi menjadi penting karena kita membutuhkan sinergi dan partner yang sungguh-sungguh mau bekerja bersama untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi generasi muda,” jelas Rektor.
Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda di Maluku. Menurutnya, masih terdapat anak-anak yang memiliki semangat dan kemauan untuk berkembang, namun terkendala kesempatan, khususnya dalam aspek pembiayaan pendidikan.
Karena itu, Rektor mengajak orang tua dan para kepala sekolah untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa agar dapat mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas dan pendidikan yang tersedia.
Selain memperluas akses pendidikan, beliau juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara orang tua, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai mitra pendidikan. Sinergi tersebut diperlukan agar semakin banyak program yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan generasi muda di Maluku.
Rektor berharap para peserta dapat menjadi generasi yang memiliki daya saing serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, Maluku, dan Indonesia.
Ditempat yang sama Deputy Director IIEF (Indonesian International Education Foundation)Henny Yonathan menyampaikan bahwa kelulusan peserta Access Scholarship Program bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memanfaatkan berbagai kompetensi yang telah dibangun selama dua tahun.
Henny menjelaskan, program yang berlangsung selama 24 bulan tersebut tidak hanya berfokus pada pembelajaran Bahasa Inggris, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kapasitas diri melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan pengembangan keterampilan.
Menurutnya, para peserta mendapatkan pengalaman untuk belajar berani tampil, mengemukakan pendapat, berpikir kritis, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa.
Ia menegaskan bahwa kemampuan diri dan Bahasa Inggris bukan merupakan privilese, melainkan bagian dari hak generasi muda untuk memperoleh kesempatan bersaing, bermimpi lebih tinggi, dan membawa nama Indonesia ke panggung dunia.
Selain itu Koordinator English Access Schoolarship Program Site Ambon Stella Rose Que, S.S, M.A menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kesempatan yang dibuka oleh Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat bagi sejumlah wilayah di Indonesia untuk mengajukan proposal pelaksanaan program.
Lanjut dijelaskan bahwa Universitas Pattimura menjadi salah satu perguruan tinggi yang mengajukan proposal dan memperoleh kesempatan untuk menyelenggarakan English Access Scholarship Program di Ambon.
program tersebut diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Pattimura yang saat itu diwakili Wakil Rektor Bidang II, pihak RELO U.S. Embassy, serta IAEF, dengan Stella Rose Que sebagai Koordinator Site Ambon.
Menurutnya, program tersebut secara khusus memberikan kesempatan kepada peserta dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pembelajaran Bahasa Inggris tanpa biaya kursus.
Proses seleksi dilakukan terhadap peserta dari jenjang SMA maupun perguruan tinggi. Dari lebih dari 80 peserta yang mengikuti proses seleksi tingkat SMA, ditetapkan 20 peserta. Sementara pada jenjang perguruan tinggi juga dipilih 20 mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Untuk mahasiswa, program tersebut secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa semester satu Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang memenuhi persyaratan program.
Dirinya menjelaskan, sebelum mengikuti pembelajaran, para peserta terlebih dahulu menjalani tes kemampuan Bahasa Inggris sebagai pemetaan kemampuan awal.
Selanjutnya, peserta mengikuti pembelajaran selama empat semester yang dilaksanakan secara hybrid, dengan pembelajaran tatap muka sebagai kegiatan utama dan kegiatan tertentu yang dilaksanakan secara daring bersama peserta English Access dari berbagai provinsi di Indonesia.
Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti kegiatan community service di sejumlah lokasi, seperti panti asuhan dan sekolah. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan English Camp sebagai salah satu tahapan puncak program sebelum pelaksanaan penutupan dan pemberian sertifikat.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta berkesempatan mempresentasikan poster hasil karya mereka kepada para tamu undangan dan orang tua. Presentasi ini menjadi bagian dari kegiatan yang memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan hasil pembelajaran sekaligus menunjukkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
Selain presentasi karya, peserta juga menyaksikan video yang menampilkan perjalanan pelaksanaan English Access Scholarship Program selama periode 2024–2026.(DM-04)