Parlemen
Anos Yermias Dorong Percepatan Kesiapan Lahan PLTS di Maluku
AMBON,DM.COM,— Anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, mendorong pemerintah daerah bersama PLN mempercepat koordinasi penyiapan lahan bagi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk pelayanan listrik perdesaan di Maluku.
Berdasarkan dokumen rencana PLTS dan kebutuhan lahan listrik perdesaan yang ditelaah, terdapat 100 entri lokasi di delapan kabupaten/kota, dengan total estimasi lahan mencapai 31,670 hektare.
Rincian estimasi lahan dalam dokumen tersebut adalah:
Kabupaten/Kota
| Jumlah entri lokasi
| Estimasi lahan
Kepulauan Aru
| 39| 13,617 ha
Maluku Barat Daya
| 19| 6,476 ha
Kepulauan Tanimbar
| 10| 3,575 ha
Seram Bagian Timur
| 13| 3,417 ha
Maluku Tengah
| 7| 2,143 ha
Kota Tual
| 8| 2,001 ha
Maluku Tenggara
| 3| 0,420 ha
Seram Bagian Barat
| 1| 0,021 ha
Total
| 100| 31,670 ha
Kabupaten Buru, Buru Selatan, dan Kota Ambon tidak tercantum dalam daftar lokasi pada dokumen ini.
Hal tersebut tidak serta-merta berarti ketiga daerah tersebut tidak memiliki program kelistrikan lainnya.
Menurut Anos, penyiapan lahan perlu dilakukan melalui koordinasi yang jelas antara pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, pemilik lahan, masyarakat adat, dan PLN.
“Beta mendorong pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan lokasi, luas, status kepemilikan, serta kelengkapan dokumen lahannya.
Semua harus dibicarakan secara terbuka dengan masyarakat supaya pelaksanaan pembangunan dapat berjalan baik,” ujarnya.
Ia juga meminta agar data estimasi kebutuhan lahan dan ketersediaannya diverifikasi kembali. Dalam dokumen, Watmasa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar diberi keterangan bahwa lahan sudah tersedia berdasarkan informasi camat.
Sementara itu, Nurkat ditandai dengan keterangan EBTKE–Kementerian ESDM.
Catatan tersebut perlu ditindaklanjuti untuk memastikan kesiapan teknis dan administrasi setiap lokasi.
Anos menekankan perlunya daftar tindak lanjut per lokasi yang memuat penanggung jawab, persoalan yang masih dihadapi, dan target penyelesaiannya.
“Katong ingin masyarakat di pulau-pulau memperoleh pelayanan listrik yang semakin baik. Karena itu, kesiapan lahan, pembangunan pembangkit, penyimpanan energi, jaringan, serta pemeliharaannya harus disiapkan secara bersama,” tegasnya.
Ia berharap rencana pembangunan PLTS dapat mendukung kegiatan belajar anak-anak, pelayanan kesehatan, usaha masyarakat, dan aktivitas ekonomi desa di seluruh wilayah sasaran.(DM-01)