Unpatti
Unpatti Siap Gelar FKP-FKIP se-Indonesia, 500 Peserta dari 34 LPTK Bakal Hadir
AMBON,DM.COM,— Universitas Pattimura (Unpatti) kembali dipercayakan menggelar kegiatan akademik berskala nasional. Kali ini, kampus terbesar di Provinsi Maluku itu dipercayakan menggelar Forum Komunikasi Pimpinan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) se-Indoneia.
Penyelenggara kegiatan berskala nasional itu adalah FKIP Unpatti. Karenanya, fakultas terbesar yang menghasilkan tenaga pendidikan itu siap menjadi tuan rumah Forum Komunikasi Pimpinan (FKP) FKIP Negeri se-Indonesia. Diagendakan FKP FKIP digelar 5 November 2026 hingga 8 November 2026.
Kegiatan itu Mengusung tema, “Harmonis in Diversity: Dari Bumi Raja-Raja Maluku Bersama Merajut Persaudaraan, Membangun Negeri dan Kolaborasi Berdampak dalam Karya, Kuatkan Peran FKIP”
Dekan FKIP Unpatti, Prof. Dr. I.H. Wenno, M.Pd., memastikan, kegiatan itu bakal dihadiri sekitar 500 peserta dari 34 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) negeri di seluruh Indonesia.
“Jadi sekitat 300-an peserta sudah terdaftar. Itu berarti mereka memastikan hadir. Sekitar 400 hingga 500 peserta bakal hadir. Kita FKIP Unpatti peserta terbanyak,”kata Wenno, ketika menyampaikan keterangan pers kepada awak media di FKIP Unpatti, Selasa (13/10/2026).
Wenno didampingi Ketua Panitia FKP FKIP se-Indonesia, Agus Ufie dan para wakil dekan FKIP Unpatti. Dia berharap, kabut asap yang meresahkan warga Kota Ambon, segera berlalu, sehingga peserta dari berbagai provinsi menghadiri kegiatan yang fokus untuk membicarakan dunia pendidilan itu.” Mudah-mudahan kondisi Tuhan berkati.
Semoga kondisi alam cepat cerah,”harapnya.
Dia mengaku, FKP FKIP tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pimpinan fakultas. Dia mengaku, kegiatan itudirancang sebagai ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi akademik, menyusun rekomendasi kebijakan, serta meningkatkan mutu pendidikan tinggi nasional.
”Forum ini bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah untuk menyatukan pemikiran, merumuskan gagasan, dan memberikan kontribusi nyata kepada pemerintah dalam pengembangan pendidikan di Indonesia,”jelasnya.
Diungkapkan, forum ini rutin memberikan masukan terkait standar penjaminan mutu, akreditasi, dan kebijakan pendidikan tinggi. Diharapkan, pertemuan di Ambon nanti mampu melahirkan rekomendasi konkret untuk disampaikan kepada kementerian terkait.
Ketua Panitia, Dr. Agustinus Ufie, M.Pd., menambahkan, rangkaian acara akan diawali dengan welcome ceremony pada 5 November 2026 di kawasan Presisi Polda Maluku, dilanjutkan pembukaan resmi pada 6 November 2026 di lokasi yang sama.
Selanjutnya, para pimpinan akan membagi fokus pembahasan berdasarkan bidang masing-masing, Bidang Akademik, Bidang, Umum dan Keuangan. Bidang Kemahasiswaan, Pimpinan Jurusan dan Program Studi.
”Sejumlah kafe-kafe lokal di Kota Ambon dipakai sebagai lokasi ruang diskusi. Konsep ini diusung untuk menciptakan suasana dialog yang lebih terbuka dan kreatif, sekaligus memperkenalkan identitas Kota Ambon sebagai City of Music,”kata Ufie.
Tidak hany itu, FKP FKIP se-Indonesia
diramaikan oleh berbagai kompetisi mahasiswa tingkat nasional dan internasional, yakni debat Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, Kegiatan bertema karakter nasional dan internasional, Kompetisi media digital dan pembuatan vlog kearifan lokal
International Microteaching.
”Jadi animo peserta sangat tinggi. Beberapa beberapa cabang lomba, pendaftar telah melampaui 40 orang dan saat ini sudah memasuki tahap penilaian,”ungkapnya.
FKIP Unpatti juga menggelar Konferensi Internasional dengan menghadirkan akademisi lintas negara, seperti dari Australia, Korea Selatan, dan Hungaria.
Sinergi Daerah dan Semangat Persaudaraan
Melalui pilar semangat “BAKU Kele Toma Maju” (serupa dengan konsep Harmony University), forum ini diharapkan mampu mempererat persaudaraan dalam keberagaman dan melahirkan kerja sama yang berdampak nyata.
Puncaknya, panitia telah menyiapkan sekitar 10 hotel di Kota Ambon untuk menampung para peserta. Pihak FKIP Unpatti turut berharap adanya dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, Pemkab Maluku Tengah, serta berbagai instansi terkait demi menunjang kesuksesan kegiatan yang sangat strategis untuk memberikan masukan kepada pemerintah terkait pendidikan di Indonesia.(DM-01)